Selasa, 08 November 2011

Merokok Penyebab Utama Penyakit Kardiovaskuler

SUDAH jadi rahasia umum kebiasaan merokok menjadi awal penyebab hal-hal negatif bagi kesehatan manusia, mulai dari lemah fisik sampai degenerasi otak. Studi terakhir tentang penyakit di bagian kardiovaskuler mengungkapkan, merokok menjadi satu di antara lima penyebab terbesar penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskuler, terutama kesehatan jantung. Di level ini, sudah mahfum, merokok menimbulkan efek buruk pada jantung, yang berpotensi menyebabkan jantung koroner stadium tinggi.

Baru-baru ini, ratusan dokter di kawasan Asia Pasifik melakukan penelitian terkait studi CRUCIAL alias Cluster Randomized Usual Care vs Investigation Assessing Long Term Risk.

Di Asia, studi ini melibatkan antara lain populasi di Korea Selatan, Indonesia, Taiwan, Filipina, Malaysia dan Thailand. Menurut data WHO, minimum sepertiga dari penyakit kardiovaskular disebabkan lima faktor risiko, yakni total kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, alkohol, dan merokok.

"Merokok bisa dilihat terutama dari kadarnya, dan yang pasti itu sangat berbahaya, karena bisa menjadi pemicu kehadiran penyakit lain di dalam tubuh. Di sisi lain, tingginya kolestrol LDL menjadi faktor risiko penting yang menyebabkan penyakit jantung,” kata Prof.Dr.Lukman Hakim, SpPD KKV, anggota tim dokter asal Indonesia yang ikut bergabung dalam penelitan CRUCIAL.

“Pengontrolan tekanan darah maupun kolestrol LDL dengan pengobatan single pill amlodipine besylate/atorvastatin calcium dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner pada pasien dalam penelitian CRUCIAL, tanpa membedakan suku, dibandingkan dengan pengobatan biasa, “ tambah Prof.Dr.Lukman Hakim, SpPD KKV.

Ia tetap merujuk pada tingginya kemungkinan penyakit kardiovaskuler berasal dari kebiasaan merokok.

Menurut Lukman, studi di negara maju menunjukkan, masyarakat yang berpenghasilan rendah memiliki kemungkinan lebih besar terkena penyakit jantung koroner. Gaya dan pola hidup, akses terhadap perawatan kesehatan dan stres yang kronis dapat menimbulkan risiko terkenanya penyakit kardiovaskular begitu juga dengan hasil pengobatan.

Lukman mengatakan, 69 persen dari pasien Acute Myocardial Infarction (AMI) yang berobat ke RS Jantung Harapan Kita mengalami hipertensi, dan 65,6 persen di antaranya memiliki 3 faktor risiko atau lebih.

1 komentar: